Global Position System (GPS)

Animasi Pasang Iklan Geolovers I

Animasi Pasang Iklan Geolovers II

Global Position System (GPS)

Tepat lima tahun yang lalu Bill Clinton mengumumkan penggunaan sistem navigasi satelit untuk Global Positioning System mulai bisa digunakan oleh kalangan sipil, sebelumnya GPS adalah teknologi eksklusif yang hanya digunakan kalangan militer. GPS terdiri dari 3 bagian, bagian space yang mengatur konstelasi satelit, bagian control yang memantau dan mengatur orbit serta mengirimkan data, dan user sebagai pengguna GPS. GPS dirancang dan dikendalikan oleh Dephan Amerika yang kini bisa dinikmati oleh publik.
Perangkat GPS yang kita kenal seperti telepon selular atau PDA adalah sebuah GPS receiver. Pertama kali saya memegang GPS adalah sekitar pertengahan 2001 untuk keperluan pekerjaan, dibeli oleh kantor karena merek semakin banyak dan harga semakin relatif murah. GPS receiver bekerja menerima sinyal dari satelit GPS. Satelit ini cukup banyak yang mengorbit di Medium Earth Orbit (MEO), pada ketinggian 1.400km (Low Earth Orbit – LEO) hingga 36.000km (Geostationer Earth Orbit – GEO). Kumpulan satelit GPS dikenal sebagai konstelasi satelit GPS, saat ini sudah lebih dari 24 satelit mengorbit di atas bumi dalam 6 bidang orbital plane (tidak hanya mengorbit sejajar dengan equator).
Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tahun 1978 dan mengorbit pada ketinggian 20.200km dan yang mutakhir (satelit GPS ke-52) diluncurkan 6 November tahun lalu. Satelit GPS tidak bersifat geostasioner –posisi relatif tetap pada garis ekuator, mengorbit satu bidang dengan putaran bumi– seperti satelit yang kita pakai untuk komunikasi internet dan siaran televisi, namn mengorbit dua kali dalam satu hari (kecepatan linearnya mungkin sama dengan kecepatan linear satelit geostasioner, tetapi karena orbitnya lebih rendah bisa mengelilingi bumi dua kali dalam 24 jam, bandingkan dengan kecepatan linear satelit LEO yaitu 8km perdetik, tentunya kecepatan linear satelit MEO lebih tinggi).
Seluruh satelit GPS mengorbit sambil mem-broadcast sinyal ke bumi. Sinyal yang dikirimkan adalah waktu atom epoch, koordinat satelit, inklinasi, kecepatan orbit dan lain sebagainya yang berguna bagi GPS receiver dalam menentukan posisi secara presisi. Sebuah GPS receiver bisa menentukan posisi koordinat lintang/bujur serta elevasi di atas permukaan laut secara tepat apabila menerima sinyal dari empat satelit GPS, jika hanya tiga sinyal yang didapat maka elevasi tidak akan akurat.

Setiap satelit mem-broadcast sinyal yang dibedakan dengan kode CDMA dan perbedaan perioda waktu pada frekuensi yang sama. GPS receiver mengkalkulasi 4 sinyal satelit yang didapat dengan database internal yang sudah terstandar tersedia. Elevasi bisa ditentukan akibat perhitungan delay setiap sinyal dari setiap satelit, delay ini kemudian dianggap sebagai jarak (range), disebut kemudian sebagai pseudorange. Ketika GPS receiver menerima 4 sinyal satelit maka pada saat itu posisi GPS receiver menjadi irisan empat garis sinyal satelit, dari sinilah posisi presisi GPS receiver bisa ditentukan, yaitu koordinat Lintang, Bujur dan Elevasi. Referensi waktu pada GPS receiver tidak harus akurat, cukup dengan tingkat akurasi dalam jangka yang pendek (misalnya cukup dalam hitungan menit) karena untuk selanjutnya referensi waktu akan didapatkan dari sinyal satelit, yang merupakan waktu atom, atomic clock.
Penentuan posisi GPS pun tak luput dari faktor kesalahan, kesalahan tersebut bisa timbul dari:
1. Referensi waktu, untuk ketepatan minimal 4 sinyal satelit harus didapat.
2. Ionosfer, kondisi cuaca memengaruhi delaynya waktu penerimaan sinyal, sebagai koreksi satelit mengirimkan sinyal lain pada frekuensi yang berbeda, sebagai komparasi perhitungan untuk mencapai presisi.
3. Multipath, GPS receiver tidak hanya menerima sinyal dari satelit tapi bisa saja dari pantulan, dari perangkat lain di daratan dan sebagainya. GPS mengirimkan sinyal pada frekuensi L1 (1575, 42MHz), L2 (1227, 60MHz) yang dipakai untuk koreksi karena ionosfer, L3 (1381, 05MHz), L4 (1841, 40MHz) dan L5 (1176, 45MHz).
4. Selective Availability, awalnya kalangan sipil tidak bisa menangkap semua sinyal GPS namun setelah Bill Clinton membuka hak pemakaian GPS ini maka kalangan sipil bisa lebih mendapatkan kepresisian posisi GPS.
Ke depan mungkin perangkat telepon selular akan dilengkapi GPS dan dibuat massal, sehingga pengguna dan operator mampu menjejak posisi. Salah satu kelemahan dasar GPS adalah receiver harus berada di ruang terbuka. Mungkin juga suatu saat BTS selular GSM dan CDMA bisa berfungsi sebagai relay satelit GPS, sehingga di dalam ruangan atau di basement posisi bisa ditentukan secara tepat.

Global Positioning System (GPS)

Pada suatu saat pernakah anda berada di suatu tempat yang asing..? entah itu di tengah hutan pedalaman, padang gurun pasir yang luas, atau di tengah perkotaan padat seperti Jakarta yang penuh dengan jalan-jalan membingungkan..? Kalau anda sering mengalami hal seperti tersebut di atas, apa yang selanjutnya anda lakukan?, tentu saja anda bisa mempergunakan anugrah dari Tuhan YME yang tidak ternilai harganya yaitu mulut, yup anda bisa bertanya pada orang-orang sekitar dimana posisi anda saat ini, kemanakah jalanya, dll

Nah bagaimana jika anda tipe orang pemalu, malas untuk bertanya, atau anda terlalu memandang curiga untuk bertanya kepada orang lain mengingat sekarang banyak orang yang dalam luarnya menolong tapi ada maksud tertentu yang udah tentu berdampak negatif pada keselamatan diri kita. Untuk hal tersebut semua jawabanya cukup simpel kita memerlukan sebuah perangkat elektronik yang bernama GPS. Apakah GPS itu, apa fungsinya dan bergunakah serta cocok apa tidak kita pergunakan untuk turing bermotor dari kota ke kota.

Global Positioning System (GPS) adalah sebuah alat yang bisa menerima sinyal-sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit selama 24 jam sehari secara nonstop di seluruh belahan bumi ini. Dimana sinyal yang diterima oleh GPS akan menerima sebuah angka koordinat lintang utara selatan serta bujur barat timur serta ketinggian yang akhirnya di transformasikan menjadi sebuah titik dimana titik tersebut merupakan titik dimana posisi kita berdiri di permukaan bumi ini. Titik yang kita peroleh ini akan di olah lagi dan digabungkan dengan sebuah peta digital yang sudah terkalibrasi sehingga akhirnya kita akan tau dimana kita berada, kearah mana kita bergerak, berapa kecepatan kita, ketinggian kita, serta dengan bantuan software kita bisa mengetahui jarak tempuh dan estimasi waktu lama perjalanan kita.

Ada beberapa perangkat GPS yang dipasarkan di negara kita baik itu sebuah GPS hardware, GPS modul, atau berupa software atau perangkat lunak yang kemudian kita install di PC, PDA, atau ponsel kita. Ada beberapa vendor yang mengeluarkan perangkat GPS seperti Garmin, Mio, Hp dan lain-lain malahan beberapa ponsel sekarang banyak yang dibenamkan GPS receiver sehingga dengan ponsel tersebut nisa kita gunakan sebagai navigasi atau penunjuk arah selama perjalan kita.

Beberapa kombinasi perangkat GPS dapat kita dapat dari
a. GPS receiver – PDA / Ponsel / Notebook
Dengan GPS receiver ini kita belum bisa melihat titik dimana posisi kita sebelum GPS receiver tersebut di gabungkan dengan beberapa perangkat seperti PDA / Ponsel / Notebook. Dalam perangkat yang tersebut di atas tentu saja sudah di install sebuah aplikasi yang mensupport GPS receiver tersebut. Beberapa aplikasi yang umum digunakan adalah Garmin Mobile XT, Tom tom Navigator, Trek Ebuddy dan aplikasi lainya yang banyak dikeluarkan vendor-vendor penyedia aplikasi yang bisa dijalankan pada PDA Windows Mobile, Palm, Symbian, atau UIQ, dengan peta digital yang bisa kita peroleh dari took-toko penjual perangkat GPS atau menggunankan versi gratis yang banyak beredar dan siap di download.

Untuk koneksi Antara GPS receiver ke perangkat kita bisa menggunakan kabel serial yang include dari paket pembelian GPS receiver atau memakai koneksi Bluetooth. Kelemahan dari system ini adalah ribetnya instalasi perangkat dikarenakan kita harus menyediakan 2 perangkat yaitu GPS receiver dan PDA, Ponsel, Notebook

b. Pure GPS receiver
Pure GPS adalah sebuah perangkat yang memang dipergunakan sebagai penerima GPS sekaligus menterjemahkan dalam sebuah peta digital, dengan perangkat ini kita akan disuguhi sebuah perangkat yang mirip dengan monitor TV kecil atau mirip dengan panel speedometer, malahan beberapa vendor seperti Garmin telah mengeluarka perangkat GPS dengan beberapa fitur multimedia seperti pemutar musik, video serta TV receiver.

Kelemahan alat ini adalah dari harga yang masih relative mahal serta dukungan terhadap software sesuai keinginan kita kurang, karena pada umumnya perangkat tersebut hanya diperuntukkan dengan software bawaan dari vendor tersebut.

c. Internal GPS di PDA / Ponsel
Kalau yang satu ini merupakan paduan dari ponsel / PDA dengan dilengkapi chipset GPS receiver di dalamnya seperti Nokia N95, E90, 6110Navigator, iPAQ 6515, 6965, HTC TyTN II, dan masih banyak lagi, dengan peralatan ini kita punya kelebihan yang praktis dan software bisa kita pilih-pilih serta di ubah-ubah sesuai kebutuhan kita, dengan kemajuan fitur ponsel serta PDA yang sekarang ini sudah sangat maju maka dengan mempunyai fitur GPS maka makin lemgkap sudah perangkat multimedia mini yang bisa kita operasikan dalam genggaman.

Akhirnya pilihan jatuh ke tangan kita sendiri kita bisa memilih perangkat GPS sesuai kebutuhan baik kegunaan, fungsi atau harga, atau anda malah memilih tidak menggunakan GPS dikarenakan anda merasa khawatir akan keamanan, semua tergantung anda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: